Interval Vaksinasi Covid-19 Diperpanjang Menjadi 28 Hari, Berikut Alasannya

Updated: Apr 12, 2021

terasbanua.com, Banjarmasin - Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/653/2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. 

Penyuntikan Vaksin Sinovac pada lansia di Duta Mall beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan SE disebutkan bahwa interval atau jarak penyuntikan vaksin Covid-19 berubah menjadi 28 hari yang sebelumnya14 hari.


Terkait hal tersebut membuat banyak yang menduga-duga bahwa penyebab interval menjadi 28 hari. Pasalnya kabar yang banyak beredar, vaksinasi tahap kedua ini penerima vaksin banyak yang positif Covid-19 usai disuntikan Vaksin Sinovac.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi membantah kabar tersebut.


"Salah, dugaan yang keliru. Bukan itu penyebab ditunda menjadi 28 hari. Tapi ini sebagai menyempurnakan pembentukan imun dalam tubuh seseorang," ucap Machli.


Selain sebagai penyempurnaan pembentukan imun tubuh, Machli juga membeberkan alasan lain bahwa pelaksanaan vaksinasi menjadi lebih efesien.


"Manfaatnya mengefesiensi pelaksanakan kegiatan vaksinasi. Jadinya dengan lansia sama-sama 28 hari. Bagi yang sudah terjadwal diundur 14 hari lagi jadi 28 hari, dihitung dari hari pertama menerima vaksin," tuturnya.


Kendati demikian, interval vaksinasi sendiri tidak semua umur menjadi sama. Hanya rentan waktu saja bisa sampai 28 hari. Di mana untuk usia 18-59 tahun disuntikan sebanyak dua dosis dengan rentang waktu 14 hari. Sedangkan lansia 28 hari. Ketentuan tersebut pun hanya sebagai pilihan.


"Sebenarnya bukan berarti tidak boleh di hari ke 14 tapi itu alternatif seperti tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes RI artinya pilihan saja. 14 hari rentan waktu vaksin pertama tentu tidak salah. Tapi kita lihat lagi intervalnya untuk lansia atau bukan jadi disesuaikan," ungkapnya.


Walaupun Instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui SE terkesan mendadak. Diakui Machli tekait interval ini sudah dikomunikasikan sebelumnya.


"Tidak mendadak. Sudah ada komunikasi melalui telpon dan sudah mulai kita sosialisasikan," pungkasnya.


(Hamdiah)

4 views0 comments