Tak Perlu Khawatir, Vaksin Kiriman Pertama Sudah Habis Sebelum Kadaluwarsa

Updated: Apr 13, 2021

terasbanua.com, Banjarmasin - Terkait informasi yang mengatakan bahwa vaksin jenis Sinovac pada tahap pertama yang tanggal kadaluwarsanya dimajukan menjadi tanggal 25 Maret 2021.

Tenaga kesehatan dalam program vaksinasi menunjukan vaksin Sinovac kiriman pertama
Tenaga kesehatan dalam program vaksinasi menunjukan vaksin Sinovac kiriman pertama. Foto : Hamdiah

Diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, vaksin kiriman pertama tersebut telah habis disuntikan pada saat vaksinasi yang memprioritaskan tenaga kesehatan beberapa waktu lalu.


"Semua vaksin itu sudah habis kita pakai selama ini dan vaksin yang digunakan memvaksinasi para lansia dan pelayan publik adalah vaksin baru," kata Machli terasbanua.com, Senin (15/3/2021) siang.


Dirinya pun berani menjamin vaksin yang disiapkan pada vaksinasi tahap kedua ini memanglah vaksinasi stok baru.


"Kami jamin di Banjarmasin tidak ada vaksin yang kadaluwarsa di gudang Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin," pungkasnya.


Machli menjelaskan bahwa ada perbedaan signifikan dari vaksin pertama yang vaksin baru.


"Beda produk dan beda kemasan. Vaksin yang terdahulu satu pial untuk satu orang. Kalau vaksin yang sekarang 1 pial untuk 10 orang," jelas Machli.


Pasalnya kebutuhan vaksin pada warga kota Banjarmasin, diakuinya masih banyak kekurangan dan belum sampai pada sasaran yang sudah ditentukan sebelumnya.


"Belum sampai expired vaksinnya habis semua karena sasaran kita banyak sekali. 50 ribu sasaran lansia dan 60 ribu lebih sasaran pekerja publik . Sementara vaksin yang kita dapat hanya 12 ribu," beber Machli.


Pada tahap kedua ini vaksin yang disuntikan pada prioritas utama yakni lansia dan pelayan publik baru sekitar 8 ribuan.


"Tahap kedua ini yang kita vaksin itu untuk lansia sudah mencapai hampir 4 ribu dan pekerja publik itu sudah lebih 5 ribu. Jadi totalnya 8 ribu lebih yang kita suntikkan vaksin pada termin pertama tahap kedua. Targetnya 23 ribu termin pertama jadi jauh dari target sebenarnya," ungkapnya.


Masih jauh dari target, pihaknya pun telah mengajukan tambahan kembali vaksin yang kurang di Banjarmasin.


"Kami sudah mendapatkan informasi vaksin dalam perjalanan. Tidak tahu yang jelas kita minta 15 ribu tidak tahu akan dipenuhi berapa," tuturnya.


(Hamdiah)

12 views0 comments